Menentukan Pompa Pendorong untuk Shower Air dalam Rumah

Teman penulis baru saja memasang tempat penampungan air atau toren yang diletakkan diatas rumah, namun mengeluh karena air pada shower kurang kencang dan ia meminta saran. Penulis juga awam dengan hal-hal begini namun merasa tertantang juga.

Penulis tidak mau mengira-ngira (meninggikan toren, atau pake pompa ini itu), penulis lebih percaya pada sesuatu yang ada angkanya, bisa dihitung.

Setelah baca-baca pada beberapa website lokal ataupun luar negeri didapat data sebagai berikut.
1,5 bar Max -> Meningkatkan Shower
2,0 bar Max -> Meningkatkan shower dan kamar mandi
3,0 bar Max -> Meningkatkan shower, kamar mandi dan kran rumah

Berdasarkan ukuran diatas, penulis membutuhkan tekanan 3 bar untuk mendapatkan tekanan shower yang bagus.

Hitungan kasar penulis
Toren terletak 4 meter dari lantai rumah, tapi diambil 0,5 meter saja dari ketinggian kran paling bawah. Setelah diukur dengan manometer kran hanya mengalami tekanan tidak sampai 1 bar.

Untuk mendapatkan tekanan 3 bar terpaksa menggunakan pompa pendorong. Pertanyaan, spek pompa pendorong apa yang bisa menghasilkan tekanan 3 bar.

Untuk pilihan tekanan perhatikan juga peralatan yang lain seperti water heater dan pipa, karena beberapa benda itu mempunyai tekanan maksimum. Jangan pilih pompa yang diatas tekanan maksimum tersebut.

Berdasarkan rumus meter head ke bar didapat untuk 3 bar = 30 meter head jadi penulis harus mencari pompa pendorong yang mempunyai spek 30 meter head.
Pemilihan pompa pendorong dan bukan pompa sumur karena berdasarkan fungsinya saja yang memang digunakan hanya untuk pendorong air dari toren. Pada beberapa website ada juga yang menggunakan pompa sumur.

Akhirnya pilihan jadi pada pompa dorong Wasser PB 218 EA. Namun karena pipa yang masuk ke dalam rumah tingginya 50 cm lebih tinggi dari pada outlet toren berasa was-was juga karena ada yang bilang pompa harus diletakkan minimal 1 meter dibawah toren air untuk membuat flow switchnya bekerja, bahkan penjualnya bilang bisa diletakkan sejajar toren asal pipa outlet pompa langsung turun kebawah, lah sambungan pipa yang masuk kerumah lebih tinggi dari toren dan pompa.

Namun okelah, dicoba dulu, karena tipe pompa sudah ketemu, kalau masalah flow switchnya nanti bekerja atau tidak dengan kondisi lapangan, akan ada rencana B.

Hari minggu tukang ledeng datang untuk pasang pompa, dengan pengawasan penulis tentunya. Setelah penyambungan selesai dan dicoba akhirnya pompa tersebut bisa berfungsi dengan baik dengan kondisi lapangan (pompa sejajar toren dan outlet pipa masih naik dulu 50 cm sebelum turun lagi masuk ke pipa dalam tembok rumah) dalam artian pompa nyala saat ada kran dibuka dengan bukaan tertentu dan pompa mati saat kran tertutup. Shower jadi lebih mantab nyemprotnya, begitupun kran-kran yang lain.

Pompa di belakang toren dan posisi pipa yang masuk ke dalam rumah


Sumber:
Salamander Pump
Menghitung tekanan air
Convert unit

Tidak ada komentar :

Posting Komentar