Trip ke Yogyakarta 5 Hari

Halo pembaca blog saya, kali ini saya akan sharing pengalaman jalan-jalan ke Jogjakarta selama 5 hari atau tepatnya 3 hari karena hari pertama dan terakhir adalah perjalanan pergi dan pulang dari/ke Jakarta.

Hari pertama 17 Agustus 2017
Berangkat dari stasiun Gambir pukul 16.30 menuju stasiun besar Yogyakarta.

Hari kedua 18 Agustus 2017
Sampai stasiun besar Yogyakarta pukul 12.30 malam dan naik becak menuju lokasi hotel yang tidak jauh dari stasiun. Jangan kuatir ternyata banyak transportasi meskipun sudah tengah malam.
Setelah istirahat, kami berjalan-jalan ke Malioboro menunggu jam check out hotel yaitu jam 13.00.
Di Malioboro kami membeli kaos khas Jogja, makan siang di Gudeg Yu Djum di jalan Dagen dan kembali ke hotel.
Jam 13 kami pindah hotel ke jalan Bantul dengan menggunakan taxi online. Lalu ke Prambanan dengan menggunakan taxi online juga.
Setelah puas mengelilingi candi, minum jamu dan makan pecel, dari candi Prambanan kami menggunakan taxi online ke XT Square dan masuk ke de Mata Trick Eye Museum. Harga tiket per museum adalah 35rb untuk hari biasa, dan 40 ribu untuk weekend dan juga ada tiket terusan. Kami memutusan untuk ke de Mata 1 dan 2 saja, karena sebelumnya sudah ke Alive Museum di Mall Ancol yang merupakan wahana lukisan dari Korea dan Alive Star.
Setelah puas foto-foto di de Mata, perjalan dilanjutkan ke kawasan jalan wijilan, kami makan malam di Gudeg Nyonya Hj Haryanto. Selesai makan malam balik ke hotel. Cukup lelah sudah perjalanan hari ini.

Hari ketiga 19 Agustus 2017
Perjalanan hari ketiga kami menggunakan mobil sewa, start jam 8.30 kami menuju kawasan Lava Merapi Tour. Pukul 10 kami sampai di POS AJU SAR DIY untuk menyewa jeep (4 wheel drive), kami memutuskan rute medium. Disini kami dengan menggunakan jeep dibawah ke Museum Omahku Memoriku, yaitu sisa-sisa rumah penduduk yang terkena erupsi Merapi. Dilanjutkan ke batu Alien, ada spot foto bagus disini kita cukup bayar 10 rb untuk difotoin oleh petugasnya dengan menggunakan kamera kita. Setelah puas foto kami lanjut ke Bunker Kaliadem Merapi. Setelah itu dilanjutkan dengan main air, ada pilihan mau basah atau tidak, disini jeep akan berjalan kencang melewati sisa-sisa air sungai yang mengering.

Setelah puas main air selesailah petualangan kami di Lava Merapi Tour, kami lanjutkan makan siang yang hanya berjarak 16 menit yaitu Warung Kopi Klotok. Warung ini sangat terkenal, banyak tanda tangan para artis. Saat jam makan siang antriannya cukup panjang, ada antrian nasi+sayur dan antrian untuk telor dadarnya.
Kami memesan sup, sayur, telor dadar, teh poci dan kopi, oh ya jangan lupa cicipin pisang gorengnya ya. Ada tulisan menggelitik didalam tempat makan ini yaitu "Khusus tempat makan, tidak menyediakan plastik"...


foto di warung kopi klothok

Kami lanjutkan perjalan ke Goa Maria Gereja Ganjuran untuk berdoa. Setelah itu balik lagi ke hotel tapi sebelumnya mampir dulu di Bebek Goreng Pak Koes jalan Bantul untuk isi perut agar tak perlu keluar lagi cari makan.

Hari ke empat 20 Agustus 2017.
Hari terakhir untuk jalan jalan karena besok pagi sudah harus naik kereta balik ke Jakarta harus dimanfaatkan sebaik-baiknya.
Start jam 9 pagi langsung ke Kalibiru, tapi mampir dulu ke bakpia Kurnia Sari untuk beli oleh-oleh. Antrian tidak seberapa, sehingga belanja oleh-oleh berlangsung cepat.

Mobil yang kami sewa tidak mampu naik sampai ke atas Kalibiru karena medannya yang terjal sekali, jadi perjalanan dilanjutkan dengan naik ojek 35 rb pp per orang.

Kami sampai di Kalibiru jam 11.30, dimana saat itu semua spot foto tutup karena ada acara dan dibuka lagi jam satu siang, jadinya kami habiskan menunggu dengan foto-foto lokasi dan makan mie instan dan kopi di warung yang harganya relatif murah, oh ya masuk di Kalibiru dikenakan tiket 10rb per orang. Tak lupa juga kami sempatkan berfoto dengan burung hantu.



Kami berfoto-foto di dua spot saja, turun menggunakan ojek ke tempat mobil sewaan menunggu dan langsung menuju ke Ayunan Langit berjarak sekitar 1 jam dari Kalibiru, sebenarnya ada beberapa tempat wisata yang bisa dihampiri, namun karena keterbatasan waktu kami hanya menuju Ayunan Langit.
Ayunan Langit

Ayunan Langit

Dari Ayunan Langit kami balik ke kota dalam perjalanan pulang kami berhenti di Goa Maria Lawangsih, Goa Maria Jatiningsih.

Dilanjutkan makan malam di Jejamuran, setelah itu diakhiri ke Malioboro untuk cari oleh-oleh.

Hari ke lima 21 Agustus 2017
Kami ke stasiun besar Yogyakarta untuk pulang ke Jakarta.

Puas sudah kami keliling Yogyakarta, tidak terdengar klakson mobil di lampu merah seperti di Jakarta.


Penulis adalah konsultan IT yang telah berkecimpung di dunia IT sejak 1997, suka teknologi makan rawon dan soto. Mengelolah forum yang masih sepi pengunjung hahaha.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar